PENTINGNYA AKTIVITAS FISIK DALAM PENCEGAHAN MALNUTRISI PADA ANAK
Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang memerlukan pengeluaran energi, baik yang dilakukan saat bermain, belajar, berolahraga, maupun melakukan aktivitas sehari-hari. Pada anak usia sekolah, aktivitas fisik berperan penting dalam menjaga keseimbangan antara energi yang diperoleh dari makanan dengan energi yang digunakan tubuh sehingga dapat mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan status gizi yang optimal (Ayudianningsih, 2025).
Aktivitas fisik merupakan salah satu komponen penting dalam menjaga status gizi anak. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Tsaniya, Fikri, dan Elvandari (2022), aktivitas fisik memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi anak sekolah dasar. Aktivitas fisik membantu tubuh memanfaatkan energi yang diperoleh dari makanan sehingga keseimbangan antara asupan energi dan pengeluaran energi dapat terjaga. Selain itu, aktivitas fisik juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan malnutrisi pada anak. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, pentingnya aktivitas fisik dalam pencegahan malnutrisi pada anak dapat dijelaskan sebagai berikut.
Aktivitas fisik berperan dalam memanfaatkan energi yang diperoleh dari makanan untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Jumlah energi yang dikonsumsi dan energi yang dikeluarkan harus seimbang untuk mempertahankan status gizi yang optimal. Jika aktivitas fisik kurang sedangkan asupan energi melebihi kebutuhan tubuh, maka kelebihan energi tersebut akan disimpan dalam bentuk lemak.
Anak yang memiliki aktivitas fisik yang cukup cenderung memiliki status gizi yang lebih baik dibandingkan anak yang aktivitas fisiknya rendah. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya mempertahankan status gizi anak.
Kurangnya aktivitas fisik menyebabkan energi yang diperoleh dari makanan tidak digunakan secara optimal sehingga dapat disimpan sebagai lemak tubuh. Kondisi tersebut meningkatkan risiko overweight dan obesitas yang merupakan salah satu bentuk malnutrisi.
Anak yang memiliki aktivitas fisik baik tetapi tidak diimbangi dengan pola makan yang sesuai tetap berisiko mengalami gangguan status gizi. Sebaliknya, konsumsi makanan bergizi tanpa disertai aktivitas fisik yang cukup juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan energi. Oleh karena itu, kedua faktor tersebut perlu diterapkan secara bersamaan dalam upaya pencegahan malnutrisi.
Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin, seperti berjalan kaki, berlari, bermain di luar rumah, bersepeda, maupun mengikuti kegiatan olahraga di sekolah, dapat menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehat pada anak. Pembiasaan aktivitas fisik sejak dini diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan energi dan mempertahankan status gizi yang baik sebagai bagian dari upaya pencegahan malnutrisi.